Pertanian di Kamboja, masih mengandalkan tenaga sapi untuk membantu aktivitas membajak ladang, transportasi ke ladang, dan mengangkut hasil pertanian. Sektor pertanian mayoritas dikerjakan masyarakat Bundha. Sementara sektor perikanan, dikuasai masyarakat muslim yang banyak mendiami sepanjang alirang Sungai Mekong. Meski bertumpu pada satu sumber sama - Sungai Mekong - komunitas Budha dan Muslim dapat hidup berdampingan secara damai.
Saturday, December 29, 2007
Sapi dan Sungai Mekong
Friday, December 28, 2007
Aliran Kehidupan Sepanjang Mekong River

Mekong River (Sungai Mekong), sungai terpanjang di Asia. Ia mengalir dari China, Burma, Laos, Thailand, Kamboja, hingga ujung selatan Vietnam. Sungai Mekong membawa kehidupan di sepanjang negara yang dilintasinya. Selain pusat ikan air tawar, air yang mengalir dimanfaatkan untuk pertanian dan menghidupi jutaan manusia. Kala musim kering, Sungai Mekong menyuguhkan keindahan panorama. Tatkala hujan, Sungai Mekong menjadi monster mengerikan. Airnya meluap melumat jutaan hektar lahan pertanian dan menghadirkan penderitaan, dalam sesaat. Setelahnya, Sungai Mekong kembali jadi sumber kehidupan.
Saksi Kurban di Mekong River
PHNOM PEN – Helat Tebar
Hewan Kurban (THK) DD, tahun ini penuh kesan. Untuk kali pertama, THK mendistribusikan kurban ke Kamboja dan Filipina. Dua negara ini dipilih, lantaran kondisi kemiskinan dan tantangan akidah yang berat dirasakan komunitas muslim di dua negara itu.
Di kamboja, THK menyalurkan amanah 300 orang pekurban yang digabungkan menjadi 43 ekor sapi. Sebarannya meliputi empat provinsi. Phnom Penh, Kampong Cham, Kratie, dan Takeo. Meski banyak lembu di Kamboja, menikmati daging, bagi komunitas muslim korban kekejian rezim komunis Pol Pot ini, tak tentu sekali dalam setahun. Sementara, untuk Filipina 200 ekor kambing.
Wajar jika selama prosesi penyembelihan lembu di sepanjang pinggiran Sungai Mekong, banyak warga yang tak menguasai teknik melumpuhkan sapi. Kesannya agak kasar, menurut Maad Ahmad, salah seorang tokoh pemuda Kampong Cham, mereka memang tak terbiasa menyembelih sapi.
Komunitas muslim di Kamboja, hampir mayoritas tinggal di tepian Sungai Mekong. Di antara mereka adalah manusia perahu. Mereka mencari ikan di sepanjang Sungai Mekong. Beberapa literatur menyebut, Kamboja sebagai penghasil ikan air tawar terbesar di dunia. Salah satunya disuplai komunitas muslim Kamboja.
Selama empat hari, gelak tawa, canda, dan kebahagiaan yang dibalut bahasa isyarat, melebur, menghadirka
n semarak prosesi Kurban di sepanjang aliran Sungai Mekong. Bahasa boleh jadi kendala, tapi hati bisa bicara. Sepenggal kata yang selalu terucap tiap berpapas muka dengan mereka. “Terimakaseh Indonesia”.
Read More......
