Saturday, March 15, 2008

Sliwung di Simpang Jalan

Nyaris tidak ada rumah di Situbondo yang tak memasang foto KH Cholil As’ad, pengasuh Pesantren Walisongo dan KH Fawaid As’ad, pengasuh pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Keduanya, dikenal kiai paling berpengaruh di wilayah Tapal Kuda itu. Tokoh panutan, yang diyakini menuntun pada kebaikan dan kebajikan. Fatwa dan petuahnya, bak sabdo pandito ratu yang pasti akan ditaati. Wajar, jika dua sosok ini magnet kuat bagi peta politik di tanah air.


“Bagi saya, kiai adalah orang tua kedua, yang dapat memberi petunjuk pada jalan yang benar”, terang Kadar, seorang tukang becak yang mangkal di terminal bus Situbondo. Ia salah seorang korban banjir Situbondo, 9 Februari lalu. Rumahnya di Sliwung Utara, kini hilang tanpa bekas.

Gebyar foto dan karisma Sang Kiai, juga membumi di Desa Sliwung. Sebuah area yang diakui kepala desanya, Suriwan, sebagai daerah merah. Menurut Pak Tinggi (panggilan bagi kepala desa), Sliwung yang diapit gunung dan sungai, sempat menjadi sarang para m
aling sapi. Di seberang sungai Sampean Baru, yang membatasi Sliwung dengan Kotakan, adalah daerah prostitusi. Karakter masyarakat yang keras pun, membuat Sliwung makin tampak tidak aman.

“Awal jadi kepala desa, saya dihadiahi pembunuhan seorang tuna netra yang dibakar karena dituduh sebagai dukun santet”, terang Suriwan yang sudah delapan tahun menjabat kepala desa. Kasus kasus lain pun mulai beruntun. Dari maling, perselingkuhan, hingga perjudian. Tapi Suriwan bergeming.

"Perlahan, dengan sifat lembut tapi tegas, Suriwan menata Sliwung, yang dibagi menjadi tiga pedusunan. Dusun Sliwung Krajan, Sliwung Utara, dan Belibis. Dasuki, seorang warga Sliwung Utara mengakui, banyak yang berubah di bawah kepemimpinan Pak Tinggi sekarang. Sliwung tak lagi jadi tempat pelarian para maling. Kebiasaan tawuran usai adu layang layang, mulai hambar diusir rasa malu dan rugi pada diri sendiri."Meski penyakit masyarakat – seperti perjudian dan miras – masih marak, setidaknya usaha Pak Tinggi menciptakan Sliwung yang aman cukup berhasil. Tugas berat yang kini ia emban, bagaimana penyakit masyarakat itu dihilangkan dan ekonomi warga Sliwung sejahtera.

“Terus terang, penjudi yang paling banyak di desa ini ya di Sliwung Utara ini”, ungkap Suriwan di depan warga Sliwung Utara. Penegasan Pak Tinggi pun, disambut gelak tawa warganya.

“Tapi sungguh sulit saya mencegah. Saya hanya wanti wanti, yang penting desa ini aman. Itu dulu yang saya kejar”, tandasnya.

Konon, menurut warga Sliwung Utara, Umi KH Cholil As’ad, lahir di bumi Sliwung Utara. Cholil kecil, juga pernah menghabiskan masa kanak kanak di dusun ini. "Suriwan, bukan tak mau mencegah lebih keras, tapi ia harus menyelami masalah mendasar warganya. Sliwung, dari karakter alamnya mayoritas kering. Dari 500 hektar luas Sliwung, hanya 40 hektar yang dapat dijadikan area pertanian. Itu pun, mengandalkan air tadah hujan. Sudah pasti, ekonomi sulit membelit desa ini.

Profesi warga Sliwung pun aneka rupa. Tak melulu bertani, tapi juga menarik becak bagi yang tak punya lahan. Namun mbecak, juga makin sulit, tergusur becak Jepang (sepeda motor). Pendapatan mereka terus mengecil seiring hari. Kian terpuruk, tatkala ditimpuk harga sembako yang melambung. Derita pun lengkap sudah. Wajar jika Pak Tinggi sendiri tiada berdaya melarang polah tingkah warganya. Aman, cukuplah sudah.

Tapi hati kecil Suriwan masih yakin, karakter ini bisa berubah jika ada perbaikan taraf ekonomi. Caranya, dengan membangun sarana air untuk pertanian. Agar lahan di gunung yang luas itu, bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Mereka yang nganggur dan berjudi, biar sibuk menggarap ladang. Dulu, pernah ia menawarkan ke berbagai instansi, tapi menguap hingga kini. Padahal, ketersediaan air untuk pertanian, diyakini Suriwan akan mampu ubah Sliwung.

"Melihat Sliwung – khususnya Sliwung Utara – memang pedih. Lihatlah anak-anak kecil sudah berpikir, pikiran orang dewasa. Minat belajar mereka rendah. Mengaji juga tak pernah, meski banyak surau di tiap RT. Anak-anak gemar menyemir rambut, dengan warna warni. Ironisnya tidak ada orang tua yang melarang. Anak anak tumbuh liar dan sesukanya.

Dangdut kenda
ng kempul gaya Banyuwangi, dengan penyanyi yang mengumbar seksi, menyebar di pentas panggung dan VCD yang merasuk hingga tiap rumah penduduk. Anak anak, bebas melihat dan meniru liuk tariannya. Trend dalam sinetron yang diajarkan produser dan artis Jakarta melalui televisi, bagian dari racun yang juga mereka telan. Hasilnya, tatanan sosial memprihatinkan.

Saat anak anak yang suci terancam masa depannya, kebanyakan orang tua justru asyik diskusi nomor togel. Benar kata Pak Tinggi, judi mengakar di dusun ini. Mengadu pada dukun, memuja keris, batu akik, dan hal hal ghoib bagian dari tradisi yang diyakini. Foto ulama dan kiai yang dipajang sebagai penghormatan, tak mampu mencegah perilaku itu. Meski kita percaya, para kiai yang mereka kagumi akan melarang hal hal yang dilarang agama ini.

Pak Tinggi Sumringah

Di balik tugas berat yang dipanggul Pak Tinggi. Pekan terakhir ini, ia selalu tampak sumringah. Bintangnya tengah bersinar terang. Ia jadi perbincangan hangat. Dari level rakyat hingga Bupati, bahkan pemerintah provinsi. Para pejabat dan wakil rakyat, mendadak silih berganti mengunjungi desanya yang terpencil. Pun, KH Fawaid As’ad, juga turut menggelar istighozah di Sliwung Utara.

Relokasi korban banjir Situbondo yang dilakukan Dompet Dhuafa Republika (DD), satu pekan pasca banjir, Sabtu, (9/2) itu, menjadi sebabnya. Percepatan relokasi dan recovery 38 rumah, korban banjir di Sliwung Utara, menjadi percontohan pemerintah daerah. Bahkan, sekitar 1000 korban banjir di Situbondo, rencananya juga akan direlokasi di Sliwung. Tepatnya di bagian gunung, dekat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Situbondo.

“Ini Dompet Dhuafa bikin gara gara sama saya”, celetuk Suriwan terkekeh. Suriwan merasa dapat teman untuk membangun Sliwung. Apalagi setelah Presiden DD, Rahmad Riyadi menyampaikan komitmennya untuk membuat program jangka panjang di desa ini. Ia ingin generasi Sliwung dibawa ke arah hidup yang benar. Punya masa depan dan membangun desa.

Namun, dengan karisma kiai yang demikian membumi di hati masyarakat, betapa kuat jika mereka juga terlibat langsung. Karena dengan pengaruhnya – tanpa melalui jalur politik pun – mereka mestinya mampu membangun komunitas masyarakat madani yang agamis. Kita tidak mungkin melawan kehancuran moral ini, dengan legenda kanuragan dan kesaktian. Tapi kita perlu ajaran dan teladan, yang mencerahkan dan mencerdaskan.

4 comments:

Ditaur said...

This comment has been removed because it linked to malicious content. Learn more.

Fenridal said...

See here or here

ibu kardo riyau said...

saya sangat bersyukur dan bertrima kasih bynk
kepada.MBAH RIJI atas bantuan no.ghoib/ritualnya“4D( 2661)`
alhamdulillah benar-benar tembus~~~
berkat bantuan MBAH saya bisa melunasi utang2 keluarga saya
dan hanya rasa trimakasih yg tak terhingga yg bisa saya ucapkan kpd MBAH RIJI
Inza allah KI tuhan akan membalas atas semua kebaikan MBAH
Ini info buat sahabat yg lagi kesulitan masalah ekonomi
terlilit utang atau mau cari modal dengan singkat melalui jalan togel
HUB; NO MBAH RIJI;_082 388 362 128_jgn di sms hub. lansung.
saya sebagai saksi hidup beliau dan bukti nyata MBAH RIJI
yg punya room terima kasih assalamu alaikum

ridho bul Ridhobul said...

Saya Sangat BerTerima kasih Atas Bantuan Angka Ritual MBAH…Angka MBAH EROK PRANAL Tembus 100%…Saya udah kemana-mana mencari angka yang mantap selalu gak ada hasilnya…sampai- sampai hutang malah menumpuk…tanpa sengaja seorang teman lagi cari nomer jitu di internet…Kok ketemu NomoR MBAH EROK PRANAL..Saya coba beli Paket 4D ternyata Tembus…dan Bagai di sambar Petir..Ternyata Angka Ritual Ghoib MBAH EROK PRANAL…Yang SaYa Minta Tembus 4D…Baru kali ini saya mendapat angka ritual yang benar-benar Mantap…Bagi saudara yang ingin merubah Nasib seperti saya…Anda Bisa CALL/SMS Di Nomer MBAH EROK PRANAL 085 377 797 151.(((Buktikan Aja Sendiri Saudara-Saudari)))